Label

Selasa, 05 Februari 2013

Ayo Jadi Orang Tuli


Suatu hari ada sebuah perlombaan di dunia katak. Para katak berlomba untuk menaiki sebuah pohon tertinggi di hutan mereka. “Barang siapa yang bisa menaiki pohon itu, maka dia akan mengantikan ku sebagai Raja Katak di hutan ini”, teriak Raja Katak kepada rakyatnya. Namun, melihat hal tersebut mustahil hanya lima ekor katak paling pemberani yang mau mengikuti seyembara tersebut. Dan lima ekor katak pemberani itu pun mulai beraksi.

Warga yang ketakutan terjadi sesuatu pada mereka pun mulai tegang. Di lima meter pertama seekor katak berkata dari bawah “Hentikan. Kalian bisa mati bila terjatuh. Ayo turun. Ini berbahaya.”. Mendengar hal tersebut dua ekor katak turun perlahan dan memutuskan untuk keluar dari pertandingan sementara tiga lainnya masih berjuang menaiki pohon tersebut. di  ketinggian 10 m, para penonton mulai semakin tegang. “Turun. Semakin tinggi kalian naik maka kalian akan jatuh jauh lebih sakit. Cepat turun.”, teriak sekerumunan wanita ketakutan melihat aksi tersebut.  Dua ekor katak pun turun pelahan mendengar teriakan tersebut yang langsung disambut tepuk tangan para penonton. Namun katak terakhir terus naik dan tidak menghiraukan teriakan penonton. “Turun. Kau juga tidak akan menjadi raja bila kau mati”, “Kau gila? Cepat turun. Kau bisa mati bila kau jatuh” berkali seruan ini keluar dari mulut penonton dan saling menimpali.

Namun katak kecil yang sudah mulai kelelahan itu pun terus naik dan tidak menghiraukan perkataan penonton. Melihat langkah kaki katak kecil itu mulai melambat karena kelelahan, terikan yang menyerukan katak tersebut agar turun semakin besar. Lagi-lagi katak kecil tersebut tidak menghiraukan perkataan para penonton dan terus barjalan mendekati puncak pohon yang semakin dekat.
Seekor katak betina setengahbaya terus berdoa. Dua meter mendekati puncak pohon, teriakan yang menyerukan turun kini berubah menjadi doa. Doa agar katak kecil itu selamat. Doa penonton itu pun terkabul. Akhirnya sang katak berhasil menyentuh batang puncak pohon tersebut. Setelah sampai bawah, para penonton tidak sabar untuk menanyakan kenapa ia begitu berani dan kuat. Katak kecil pun langsung ditimpali banyak pertanyaan. Namun ia hanya diam. Lalu seorang wanita yang sejak awal pertandingan berdoa, menghampiri katak tersebut dan berkata, “Ia adalah anakku” dengan linangan air mata. “Ia berhasil sampai puncak karena ia tuli. Dia tidak mendengarkan teriakan negatif kalian”. Para penonton tercengang dan mulai merasa bersalah.

Cerita ini memberikan gambaran bahwa sering kali pandangan dan pendapat negatif orang yang meragukan kemampuan anda membuat anda jatuh dan menghapus impian anda. Sering kali kekurangan yang anda miliki, kemiskinan, kekuarangan fisik, dan keterbatasan lain menyebabkan orang lain memandang rendah anda. 
Hal yang paling disayangkan adalah anda mendengarkan perkataan negatif tersebut dan mengamininya. Alhasil semua menjadi kenyataan. Anda adalah orang yang lemah, anda bodoh, dan anda tidak mungkin mengapai impian anda. Semua itu menjadi nyata bila anda mendengar dan mengamininya.

Orang-orang yang memberikan label negatif hanyalah penonton dalam hidup hidup anda. Anda lah pemain dalan hidup anda. Seberapa besar sorakan penonton dalam suatu pertandingan tidak akan berdampak apapun bila sang pemain tidak mendengarkan sorakan para penonton. Anda pemainnya dan anda yang menentukan jalannya pertandingan, bukan penonton.

Ketika mendengar kata-kata negatif ditujukan untuk anda yang perlu dilakukan adalah membuktikan bahwa perkataan itu salah. Jadikan pandangan negatif ini sebagai tantangan untuk lebih baik dan lebih maju lagi. Jadikan perkataan negatif ini sebagai motivasi penyemangat untuk anda. Anda tidak perlu membantah perkataan mereka yang perlu anda lakukanan adalalah membuktikan bahwa perkataan mereka salah. Tunjukan bahwa anda dapat melakuakn hal yang meraka ragukan.

Bayangkan bila anda tuli dan tidak mendengarkan kata-kata negatif yang ditujukan untuk anda. Apakan anda akan tetap menjaga impian anda? Bila anda terus menjaga impian anda dengan baik, yakinlah impian itu akan menjadi kenyataan. Anda adalah orang yang paling mengerti kemampuan anda. Jangan pernah biarkan orang lain memandang remeh. 

Walaupun demikian anda tidak bisa sepenuhnya menutup telinga anda terhadap semua kritikan. Terkadang anda harus belajar mendengarkan dan memilih, mana yang akan anda teriam atau tolak. Mungkin cerita berikut dapat memberi gambaran kepada anda.

Umar baru saja membeli keledai dari pasar. Wajahnya sangat gembira. Ia menuntun keledainya pulang. Di tengah perjalanan ia bertemu seorang pria setangah baya dan berkata “Umar, bodoh sekali kamu. Kenapa kamu hanya menuntun keledai kamu, kenapa kamu tidak menaikinya menuju rumah. Keledai itu untuk dinaiki bukan cuma dituntun.” kritiknya.  Mendengar   ucapan  itu, Umar lalu menunggangi keledainya. Selang beberapa meter ia kembali bertemu seorang wanita yang memberika kritik “ Wahai Umar, tega sekali kamu menunggangi keledai kurus yang menyedihkan seperti itu. Dasar kamu seorang laki-laki yang jahat”. 

Mendengar ucapak kedua orang tadi Umar bingung, dan memutuskan untuk pulang ke rumah dengan mengendong keledai kecil yang ia beli. Lagi-lagi ia mendapatkan kritikan. “Hahaha...Lihat pria bodoh itu, ia pulang dengan mengendong keledai. Aku tidak habis pikir. Siapa yang lebih bodoh dari keledainya saat ini” ejek anak kecil bersama teman-temannya. Umar semakin bingung. Apa yang harus ia perbuat. Akhirnya ia memutuskan untuk melepas keledainya. Melihat hal tersebut seorang pria lagi-lagi memberikan ia kritik “Kenapa kamu lepaskan keledai kamu. Kenapa Kamu tidak membawanya pulang”. Kini Umar tidak dapat berbuat apa-apa karena keledai yang ia miliki sekarang telah pergi jauh.

Lakukanlah hal baik yang bisa kamu lakukan. Jangan hiraukan kritikan dari orang di sekelilingmu apabila kamu beranggapan hal yang kamu lakukan benar. Itu sebabnya Tuhan menciptakan telinga manusia lebih dekat dengan otak dari tangan dan kaki, agar manusia dapat memikirkan terlebih dahulu apa yang ia dengar, sebelum ia mengerjakan sesuatu.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar